|
Kisah Edukatif dari Sang Kembara |
|
|
|
|
Judul buku : Geger Kiai, Catatan Mistis Sang Kembara Penulis : Fahrudin Nasrullah Penerbit : LKiS Yogyakarta Terbitan : Mei 2009 Tebal : xxi+188 hal Peresensi : M. Alif Mahmudi* Bukan hal yang rahasia, saat ini bangsa kita mengalami problem berupa terkikisnya moral dan spiritual. Padahal, keduanya adalah kebutuhan primer manusia sebagai dasar pondasi membangun mentaltalitas bangsa. Hal semacam in penting, karena sangat mentukan dalam proses keberhasilan membangun bangsa dan negara ke depan. Dalam konteks ini, ada banyak faktor yang menyebabkan terkikisnya moral dan spiritual bangsa. Akulturasi budaya, kurangnya penyaringan terhadap budaya luar yang masuk dan juga yang tak kalah penting adalah kurangnya pengkajian terhadap kisah-kisah penuh hikmah dari para pendahulu terutama masyayyikh (para kiai). Dalam hal inilah penulis ingin menuturkan beberapa kisah yang penuh hikmah dari para pendahulu dan masyayyikh (para kiai), dengan harapan kembalinya moralitas dan spiritualitas yang akan mampu membangun mentalitas bangsa kita kedepan. Penulis menyadari, beberapa kisah sederhana yang di dalamnya memberikan suatu nilai moral maupun spiritual, kini hampir lenyap dimakan masa. Padahal hal tersebut adalah salah satu tiang dalam pembangunan mentalitas bangsa ke depan.
|
|
Read more...
|
|
Burdah, Munajat Ulama Pilihan |
|
|
|
|
Judul Buku : Burdah: Antara Kasidah, Mistis dan Sejarah Penulis : Muhammad Adib Editor : Mahbub Djamaluddin Penerbit : Pustaka Pesantren, Yogyakarta Cetakan : I, Mei 2009 Tebal : xvi+98 Halaman Peresensi : Ach. Syaiful A'la* Pertengahan tahun 2007, kalangan kaum muslimin terutama bagi warga nahdliyyin dihebohkan dengan tudingan syirik yang dilakukan oleh H Mahrus Ali melalui karya bukunya Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik (seperti Nariyah, al-Fatih, Munjiyat, Thibul Qulub). Tudingan bahwa amaliah yang dilakukan oleh warga nahdliyyin adalah syirik, mendapat respon fositif dari salah satu Tim Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM-NU) Kabupaten Jember, dengan jawaban yang lebih argumentatif dan lengkap berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam bentuk karyanya Membongkar Kebohongan Buku (Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik (seperti Nariyah, al-Fatih, Munjiyat, Thibul Qulub). Di balik munculnya tudingan syirik bagi amaliah warga nahdliyyin, ada fenomena yang menarik, ternyata setalah Pusat Pengembangan Intelektual (P2I) Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, mengadakan debat terbuka untuk mempertemukan (mencari titik temu, kalimatun sawa’) dari dua pendapat yang bersebarangan alias sedang tidak sejalan itu, H Mahrus Ali, yang menuding syirik terhadap amaliah warga nahdliyyin sebagai penulis buku, tidak berani hadir untuk mempertanggung jawabkan hasil ijtihadnya sendiri. Kerdil. Bahkan Syeikh H Muammal Hamidy, yang memberikan pengantar dalam bukunya H Mahrus Ali tesebut dengan memunculkan term baru, mungkin istilah ini sangat tidak akrab di telinga kaum muslimin, yakni dengan istilah “mukmin musyrik”, padahal dua kata ini tidak bisa bersandingan jati satu.
|
|
Read more...
|
|
Menjalin Keluarga Bahagia |
|
|
|
|
Judul Buku : Nasihat Gus Miek; Membangun Keluarga Sakinah Penulis : M. Alwi Fuadi Penerbit : LkiS, Yogyakarta Cetakan : I 2009 Tebal : xx + 94 halaman Peresensi : Fuad hasan* Pernikahan merupakan salah satu wahana mencapai kesempurnaan menuju hidup di dunia sampai akhirat. Selain menjadi Sunnah Rasul, ada fungsi lain yang terkandung dalam pernikahan itu sendiri. Di antaranya adalah, mengangkat derajat wanita dalam berkeluarga, menjalin kekerabatan, hingga melestarikan keturunan. Tetapi kadangkala bayangan berkeluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah (langgeng penuh kasih sayang) tersebut, berubah kenyataan, yang terjadi adalah retaknya bangunan keluarga karena hal-hal intern maupun ekstern. Untuk membangun kembali bangunan Rumah Tangga tatkala terjerembab keretakan, M Alwi Fuadi (penulis), membingkai nasihat-nasihat Gus Miek dalam buku ini. KH Khamim Djazuli, atau lebih populer dengan panggilan “Gus Miek” ini, memiliki kemampuan-kemampuan luar biasa (karomah) yang diaplikasikan untuk kemaslahatan umat. Wejangan-wejangan yang beliau berikan pada umat Islam yang mampu menyentuh hati, membuat mereka menjadi manusia yang memiliki rasah kasih-sayang, saling mengerti, saling menghormati antar sesamanya.
|
|
Read more...
|
|
|