Ada beberapa alasan kenapa Renata tidak bisa menikmati kehidupan barunya di blok i. Pertama, ibarat perumahan, blok i lebih pantas disebut sebagai gudang dan lebih sederhana dari RSSS. Jauh dari bayangan menyenangkan. Enggak bisa bebas, selalu terkekang,
Detail Produk/Barang...
“Hah . . . main bola?!” Gus Mada, Gus Hisyam, Gus Munir bengong. Nggak bisa membayangkan kalau mereka tanding bola sama anak-anak kampung. Mau ngajak siapa? Para santri Al-Bakir? Jangankan punya seragam atau celana lapangan, bersentuhan sama bola pun ngga
Detail Produk/Barang...
Ada Justin Tim dan Tom Cruise di Madura? Oho tapi catet, yang ini pake peci item nasional, plus pake sarung! Mau tau? Tuh dia, Ra Farisi dan Ra Alf. Soal tampang dan popularitas sih jangan ditanya. Seabrek berita beredar di pesantren puteri, seputar dua c
Detail Produk/Barang...
Cinta tidak memberikan apa-apa kecuali hanya dirinya. Cinta pun tidak mengambil apa-apa kecuali dari dirinya. Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki. Karena cinta telah cukup untuk dicinta. (Kahlil Gibran) Rara hafal sekali puisi itu. Malah diluar kepala.
Detail Produk/Barang...
“Pak Kiai, Riyan adalah anak kami satu-satunya.” Itulah kata yang pertama kali diucapkan oleh bapak di depan orang karismatik yang berpakaian serba putih, kali pertama aku menginjakkan kaki di pesantren ini. Sedikit demi sedikit, meluncurlah kisah kelamku
Detail Produk/Barang...
Zulaikha nggak pernah belajar cinta. Mana pernah belajar cinta, orang ia aja nggak percaya cinta. Apalagi dari bokapnya, Raden Mas Gus Zulkifli el Habieb. Hanya orang-orang bodoh yang bisa jatuh cinta, begitu katanya. Mungkin cuma Amar, si Malaikat Hati y
Detail Produk/Barang...
Doni, Encep, dan Dul, menjadi teman akrab sejak kedatangan mereka di Pesantren Bait Al-Muslimin. Doni yang asli Jakarta, Encep yang berdarah Sunda, dan Dul yang keluaran Tegal; perbedaan ini malah membuat kehidupan mereka di salah satu kamar asrama F jadi
Detail Produk/Barang...
Di mata teman-teman, para guru, juga ibu nyai, Fina adalah “GMT”. Alias Girl Makes Trouble. Gara-gara kebiasaannya nongkrong di kantin saat jam pelajaran berlangsung. Suka ribut sendiri dengan Ucha saat bu nyai tengah mengajar kitab. Kabur tanpa ketahuan
Detail Produk/Barang...
Kalau dihitung-hitung, Gus Yahya kecil memang sudah habis-habisan dengan segalacara upayanya untuk mendekati Zahra. Dari yang biasa-biasa seperti melakukan kebiasaan Zahra belajar nyeruling sama Yadi di pematang sawah, sampai yang norak abis, seperti berk
Detail Produk/Barang...
"Malam itu, lampu tiba-tiba padam. Tapi para santri yang berjumlah hampir 200 orang dan semuanya berjenis kelamin perempuan kecuali tiga orang lelaki yang duduk di depan sebelah kanan itu tenang-tenang saja. Malahan, perhatian mereka tertuju pada panggung
Detail Produk/Barang...
Kalau dipikir-pikir, hebat juga Ita. Satu orang bisa membikin butek sepuluh orang teman kamarnya. Sampai mereka hanya bisa saling curhat sesama korban kejutekannya. Tentu saja pakai sembunyi-sembunyi dan mereka suka kasih aba-aba. ”Ja’a Jutek, Ja’a Jutek!
Detail Produk/Barang...
Novel ini bercerita tentang Nawang Wulan. Waktu kecil ia seperti purnama yang selalu menerangi hati ibunya yang kelam. Dan kini, ia ingin kembali menjadi purnama; menunjukkan pada ibunya bahwa ketakutan ibu terlalu berlebihan tentang trah dan pesantren. I
Detail Produk/Barang...
Sssst! Hati-hati, Una lagi terjangkit jerawat. Hei, jerawat? Jerawat di pipi, di jidat, apa di pantat? Ups! Bukan. Jerawat yang ini lebih dari sekedar jerawat komedo, jerawat batu apalagi jerawat cinta. Jumlahnya tidak banyak sih, tapi sangat menyiksa. Ma
Detail Produk/Barang...
“Hey, dia bukan santri, tapi ustadz,” bisik Syariah. Laura sedikit mrengut. “Napa? Nyesel, naksir ustadz itu?”
Detail Produk/Barang...
Dongeng tentang Bidadari yang dikisahkan Ustadz Maemun di masa kecil begitu mendarah daing dalam ingatan Roja. "Mereka adalah perempuan-perempuan penghuni surga yang mulia. Dulunya mereka juga makhluk bumi seperti kita. Namun, karena kesucian dan kesaleha
Detail Produk/Barang...
Kia nggak tahu, gimana haru bilang cinta trus dengan apa mesti ngomong sayang. Apalagi harus memanjat tembok tinggi yang namanya keamanan. Yah, keamanan lagi. Apa kata para santri nanti, masak keamanan yang harusnya njaga baik-baik tata tertib pondok, mal
Detail Produk/Barang...
Laskar Hizib. Bukanlah Laskar Cinta, Laskar Pelangi, apalagi Laskar Jihad. Meskipun karena cinta, Gus Kapsul, mati-matian ingin bergabung dalam Laskar Hizib. Meskipun dalam Laskar Hizib ada banyak sifat dan keinginan yang berbeda laksana pelangi. Meskipun
Detail Produk/Barang...
Judul : Love In Pesantren
Penulis : Shachree M.D
Tebal : vi + 222 halaman
Ukuran : 11 x 17 cm
ISBN : 979-8451-57-0
Terbit : Cet I, Januari 2005
Harga : Rp. 21.500,-
Sinopsis
Cinta boleh datang kapan saja, di mana saja, ke siapa saja. Nggak panda
Detail Produk/Barang...
Singkat tapi jelas, cinta Naufal ditolak Neila. Santri dan materi, memang bukan jodoh. Sebagaimana kehidupan Naufal yang jauh dari materi, membuatnya tak selevel dengan Neila. Tapi, cinta bisa datang dari mana saja, termasuk oleh sentuhan naskah pidato ya
Detail Produk/Barang...
Mahwi Air Tawar adalah cerpenis Madura yang berhasil mengangkat tema local Madura. Lewat cerpen-cerpennya, Mahwi menunjukkan kecintaannya terhadap tanah kelahirannya. (D. Zawawi Imron, Penyair dan Budayawan Madura)
Detail Produk/Barang...
Results 1 - 20 of 37