Penerbit LKIS

Pameran Buku

Kunjungi Stand Penerbit LKiS & Komunitas MATAPENA
di PESTA BUKU JAKARTA 2009
Gelora Bung Karno 'Istora' Senayan Jakarta 26 Juni - 5 Juli 2009.
Dapatkan buku-buku terbitan LKiS Group dengan diskon spesial !!
Saudara berada di:Beranda
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • green color
  • blue color
Membedah Cakrawala Gus Mus
Written by admin   
Thursday, 25 June 2009
4749_100668233277068_100000016740197_14849_6352106_n.jpgJudul buku : Gus Mus; Satu Rumah Seribu Pintu
Penulis: Labibah Zain & Lathifatul Khuluq
Penerbit: LkiS, Yogyakarta
Cetakan: I, 2009
Tebal: xxiv + 290 Halaman
Peresensi: Fuad Hasan*)

Ibarat sebuah rumah, Gus Mus memiliki seribu pintu, setiap orang bisa masuk dan keluar darimana pun ia suka. (Hamdy Salad).
KH Mustofa Bisri (Gus Mus) ini, merupakan sosok seorang yang kompleks dalam berbagai bidang keilmuan. Selain kepak sayap kecerdasannya sebagai ulama penegak Syari’at Islam, Gus Mus juga seorang yang berkompeten dalam bidang intelektual, jurnalistik, kebudayaan, serta kesusastraan.
Last Updated ( Thursday, 25 June 2009 )
 
KH. Tolchah Mansoer
Written by admin   
Friday, 12 June 2009

Judul Buku : KH. MOH. TOLCHAH MANSOER ; Biografi Profesor NU Yang Terlupakan
Penulis : Caswiyono Rusydie Cw, Zainul Arifin, Fahsin M. Fa'al
Pengantar : Prof. Dr. KH. Moh. Tolhah Hasan & HM. Fajrul Falaakh, SH, MA, M.Sc.
Epilog : Idy Muzayyad, M.Si.
Tebal : xxxvi + 290 hlm.
Cetakan : I, Juni 2009
ISBN : 979-3381-32-9
Harga : Rp. 35.500,-

Membaca buku ini, yang pertama muncul di kepala saya adalah ingatan terhadap Jas Merah Soekarno: “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Melupakan sejarah berarti melupakan pijakan di atas bumi, mengingkari asal-usul sendiri. Melupakan sejarah tidak lain mencerabut kedirian sehingga membiarkan jati diri melayang-layang. Tanpa arah, tanpa tujuan. Sebab, masa lalu adalah sebuah tempat dimana seseorang dapat bercermin dan belajar: mengunduh kebijakan dan menghindari keteledoran. Bukan sekadar kenangan, masa lalu lebih merupakan suluh yang dapat menerangi jalan menuju ke masa depan. Membaca masa lalu berarti mengaca diri kita sekarang, sekaligus ‘meramal’ dan merencanakan diri kita di masa datang.

Last Updated ( Thursday, 25 June 2009 )
 
Tahlil: Haruskah Dikontroversialkan (Lagi)?
Written by admin   
Monday, 15 June 2009
Judul Buku: Tahlil dan Kenduri; Tradisi Santri dan Kyai
Penulis : H.M. Madchan Anies
Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta
Cetakan : 1, Februari 2009
Tebal : xii + 180 halaman
Peresensi: Umniyyah Lathifah*)

Tradisi tahlil sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi umat Islam warga Nahdliyyin. Biasanya, kegiatan tahlil ini dilaksanakan ketika ada acara kematian yang biasanya digelar pada hari ke-7, 40, 100, dan 1000 bahkan setiap tahun dari kematiaannya. Salah satu tujuan “tahlilan” adalah sebagai sarana untuk mengirimkan do’a kepada si mayat agar kelak mendapatkan ampunan dari Allah SWT.


 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 3 of 47

Login Anggota






Lost Password?
No account yet? Register

Buku Terbaru

Arkeologi Sejarah Pemikiran Arab-Islam(Vol.3)
Arkeologi Sejarah Pemikiran Arab-Islam(Vol.3)
Negeri Kong Draman
Negeri Kong Draman
Nasihat Gus Miek
Nasihat Gus Miek
Tunjung Sari
Tunjung Sari
" Politik Perhatian "

Just For U, Ustadz
Just For U, Ustadz
Merupa Buku
Merupa Buku
Berpikir Seperti Nabi
Berpikir Seperti Nabi

Statistik

OS: Linux s
PHP: 5.2.6-1+lenny4
MySQL: 5.0.51a-24+lenny2+spu1
Time: 01:32
Caching: Disabled
GZIP: Disabled
Members: 358
News: 470
Web Links: 7